A. Syarat sah wudlu
Syarat sah wudlu ada lima yaitu:
1. Islam
2. Tamyiz (bisa membedakan,sudah berakal)
3. Airnya suci
4. Tidak ada halangan batin (seperti akal tidak sehat)
5. Tidak ada halangan dari agama (seperti sedang haud,nifas,dan lain-lain)
B. Rukun wudlu
Rukun wudlu ada enam yaitu:
1. Niat : niat ini dilakukan ketika mencuci muka. Nabi bersabda:
انماالاعمال باالنيات (رواه البخارى ومسلم)
Artinya: “Semua pekerjaan itu dengan niatnya (tergantung pada niatnya)”
2. Membasuh muka. Allah berfirman:
....فاغسلواوجوهكم....(المائده: 6)
Artinya: “Maka basuhlah mukamu” (Al-Maidah:6)
Yang dimaksud dengan muka adalah : antara tempat tumbuhnya rambut di kepala sampai kedagu, dan antara telinga kanan sampai telinga kiri.
3. Membasuh dua tangan smapai siku. Firman Allah Swt
وايديكم الى المرا فق ..... (المائده: 6)
Artinya : “Dan basuhlah tanganmu sampai sikumu”
Dalam wudlu,siku harus ikut serta dibasuh. Seperti hadist jubair, ia berkata :
رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم : يدير الماء على المرافق
Artinya : “Saya melihat Rosulullah menuangkan air pada sikunya” {HR.Daruquthni}.
4. Mengusap sebagian kepala
....وامسحوا برؤسكم ....
Artinya : “Dan sapulah kepalamu” (Al-Maidah ayat 6)
Yang dibasuh sebagian dari kepala bukan seluruhnya . berdasarkan hadist dari Mughiroh :
ان النبي صلى الله عليه وسلم توضح ومسح بنا صيته وعلى عما مته وعلى الخفين ( رواه مسلم)
“Bahwa Rosulullah Saw berwudlu,membasuh ubun-ubunnya diatas surbanya dan sepatunya” (HR.Muslim)
5. Membasuh kaki sampai mata kaki
وارجلكم الى الكعبين ...... (المائده: 6)
“Dan basuhlah kakimu sampai dengan mata kaki” (Al-Maidah ayat 6)
6. Tertib,artinya urut. Mendahulukan yang awal dan mengemudiankan yang akhir.
C. Sunnah Wudlu
Sunnah-sunnahnya wudlu itu ada sepuluh yaitu :
1. Membaca basmalah ketika akan memulai wudlu
انه صلى الله عليه وسلم وضع يده فى اناء وقال لاصحابه : توضؤ بسم الله ( رواه البيهقى)
Artinya : “Nabi Saw memasukkan tanganya ke bejana kemudian bersabda kepada para shohabat berwudulah dengan membaca bismillah”.
Dalam hadist Nabi bersabda :
من توضاء وذكراسم الله كان طهورا لجميع بدنه. وان لم يذكر اسم الله تعا لى كان طهورا لاعضاء وضؤه ( رواه ألدار قطنى)
Artinya : “Siapa yang wudlu dengan membaca bismillah. Ia suci seluruh badannya, siapa yang tidak menyebut bismillah, ia hanya bersuci (bersih) anggot-angota wudlu saja”
2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukanya di bejana, sebelum wudlu, tangan diasuh terlebih dahulu, sebab kemungkinan ada najis atau kotoran.
Juga sewaktu bangun tidur sebab tangan tidak diketahui selama tidur. Nabi bersabda :
اذا قام احدكم من نومه فليغسل يديه قبل ان يدخلهما فى الاناء ثلا ثا, فانه لا يدرى اين با تت يده
Artinya : “Apabila diantara kamu bangun tidur, maka basuhlah tanganya 3 kali sebelum dimasukan ke bejana karena sesungguhnya tidak diketahui keadaanya tangan semalam itu”.
3. Berkumur
4. Menghirup air ke hidung kemudian mengeluarkanya kembali, Nabi bersabda :
عشر من السنة وعد منها المضمضة ولاستنشاق ( رواه مسلم )
Artinya : “ Diantara sepuluh sunnah ialah berkumur dan menghjirupa air ke hidung”.
5. Meratakan dalam mengusap kepala, yaitu dengan cara mengusap ujung kepala sampai akhir, kemudian kembalilagi ketempat memulainya.
Dalam hal ini sangat di sunnahkan berkumur dan menghirup air hidung bagi orang yang tidak berpuasa, sedangkan orang yang berpuasa ada yang berpendapat haram berkumur sebagaimana pendapat Abu Tholib, dan sebagian lagi berpendapat haram makruh, sebagaimana pendapat M.Bandaniji. oleh karena itu bagi yang berpuasa leih disunahkan tidak berkumur sebagaimana pendapat Ibnu Shabagh.
6. Mengusap kedua telinga.
Mengusap telinga bagian dalam maupun luar dengan air yang baru, hal ini telah ditunjukkan oleh nabi seperti hadist yang diriwayatkan loeh Abdullah bin Zaid.
رايت رسول الله صلى الله عليه وسلم : يتوضؤ فاخذ لآذنيه ماء خلاف الماء الذي اخذه لرأسه (رواه الحاكم والبيقمنى )
Artinya : “Dari Abdullah Bin Zaid aku melihat nabi berwudlu, beliau mengusap kedua telinga dengan air seperti beliau mengusap kepala (beliau mengambil untuk mengusap kedua telinga sebagaimana beliai mengambil air untuk mengusap kepalanya)” (HR. Hakim dan Baihaqi)
7. Menyela-nyela jenggot yang tebal
8. Membasuh ( menyela-nyela) sela jari tangan dan kaki. Ibnu Abbas meriwayatkan :
انه عليه الصلاة والسلام كان اذا توضاء شبك لحيته الكريمه باصا بعه من تحتها (رواه ابن ما جه)
Artinya : “ Rosulullah Saw ketika berwudlu menyela-nyela jenggotnya dengan jari-jarinya dari bawah”.
Ibnu Majah juga meriwayatkan, bahwa :
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم : قال توضاء فخلل اصابع يديك ورجليك ( رواه ابن ما جه والترمذى)
Artinya : “Rosulullah bersabda : Apabila kamu berwudlu maka basuhlah sela-sela jari kedua tangan dan kedua kakimu” (HR.Ibnu Majah dan Tirmididzi)
9. mendahulukan anggotsa yang kanan dari yang kiri
اذا توضاء فابدؤ بيا منكم ) رواه ابو داود وابن ماجه)
Artinya : “Apabila kamu berwudlu, maka dahulukan anggota kananmu”.( HR.Abu dawud dan ibnu majah)
10. Bersuci (membasuh) tiga kali
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم: توضؤ ثلاثا ثلاثا (رواه مسلم)
Artinya: “Bahwa Nabi berwudlu dengan cara (membasuh) tiga kali tiga kali” (HR.Muslim).
Setelah selesai wudlu membaca do’a
اشهدان لا اله الاالله وحده لا شريك له. واشهد ان محمدا عبده ورسوله, االهم اجعلنى من التوا بين واجعلنى من المتطهرين. سبحا نك وبحمدك اشهدان لا اله الا انت استغفرك ةاتو ب اليك .
Artinya : “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah sendiri, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan Nya, Ya Allah jadikanlah aku golongan orang-orang yang taubat dan orang-raong yang suci. Maha suci engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain engkau, aku mohon ampunan dan taubat kepada-Mu”.
D. Yang Membatalkan Wudlu
Yang membatalakan wudlu itu ada lima macam yaitu :
1. Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur
Kalau salah satu kubul dan dubur mengeluarakan sesuatu yang berwujud apapun, maka wudlu menjadi batal. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt.
اوجاء احد منكم من الغا ئط ..(المائده: 6 )
“Aku kembali dari tempat buang air”
Diantara (yang biasa) yang keluar dari kubul (bagi laki-laki) ialah madzi ( cairab yang keluar karena syahwat), keadaanya lebih tipis dan tidak membawa rasa nikmat).
Ali menyampaikan keadaanya bermadzi kepada Rosulullah Saw :
كنت رجلا مذاء : فاستحييت ان اسئل رسول الله صلى الله عليه وسلم لمكان ابتنه, فامرت المقدادبن الاسودالكندى فساءله: يغسل ذكره ويتوضاء (رواه الشيخان)
“Saya (Ali) seorang yangbanyak mengeluarkan madzi, tetapi malu bertanya kepada Rosulullah karena kedudukan anaknya (Fatimah sebagai istriku) maka saya minta kepada Miqdad bin Aswad Al-Kirdy, Ia menanyakan kepada Rosul, dan beliau bersabda : “ Hendaknya membasuh kemaluanya dan berwudlu” (HR.Bukhori Muslim).
2. Tidur
Tidur yang tidak duduk membatalkan wudlu, tetapi tidur yang dengan duduk (pantat menekan pada tempat duduk tidak membatalkan wudlu).
كان اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ينامون, ثم يصلون ولا يتوضؤن (رواه مسلم)
“Para sahabat nabi tidur kemudian mengerjakan sholat tanpa wudlu”.(HR.Muslim).
Nabi bersabda :
العينان وكاء الساه. فاذا نامت انطلق الوكاء.فمن نام فليتوضاء (رواه ابوداود)
“dua mata itu merupakan penahan pintu dubur , maka apabila mata itu tidur, hilanglah penahan itu, siapa yang tertidur maka berwudlu”.(HR.Abu Dawud)
(tidur yang dimaksudkan disini ialah tidur yang tidak dengan duduk, tidak menekankan padntat pada tempat duduk)
3. Hilang akal karena mabuk atau sakit
(Hilang akal sebagaimana orang yang tidur, tidak bisa ingat sesuatu)
4. Persentuhan antara laki-laki dan perempuan (dan sebaliknya) yang bukan muhrim tanpa penutup.
(muhrim disini asli, bukan karena suami istri)
5. Menyentuh kemaluan dengan tanpa tangan
orang yang menyentuh kemaluan diri sendiri atau orang lain batal wudlunya,baik itu anak kecil, lebih-lebih orang dewasa baik yang masih hidup atau sudah mati.
Berdasarkan hadist Bisrah binti Sofyan :
سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : من مس ذكره فليتوضاء (اخرجه الخمسه)
“Siapa yang menyentuh dzakarnya maka berwudlulah”.(Di takhrij oleh Abu Dawud An-Nasa’I At-Tirmidzi,Ibnu Majah,dan Ahmad).